Pembinaan Kader Norma Ketenagakerjaan Muda


Pembinaan Kader Norma Ketenagakerjaan adalah serangkaian kegiatan untuk peningkatan kapasitas dan kemampuan Kader Norma Ketenagakerjaan di perusahaan dalam penerapan norma ketenagakerjaan khususnya melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, bimbingan teknis, pembentukan forum kader norma ketenagakerjaan, monitoring dan evaluasi.

Kader Norma Ketenagakerjaan adalah personil perusahaan yang telah mendapat pembekalan mengenai norma ketenagakerjaan. Personil ini diharapkan dapat membantu pengusaha dalam mengendalikan risiko ketenagakerjaan sekaligus menjadi mitra Pengawas Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kepatuhan perusahaan menerapkan norma ketenagakerjaan.

Pembentukan dan pembinaan Kader Norma Ketenagakerjaan akan menumbuhkan kesadaran adanya tanggung jawab bersama untuk mengendalikan risiko ketenagakerjaan yang akan berpotensi mengurangi produktivitas perusahaan dan mempengaruhi perekonomian nasional.

Pembentukan dan pembinaan Kader Norma Ketenagakerjaan ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan peran di bidang penerapan norma ketenagakerjaan bagi personel-personel perusahaan yang memiliki tanggung jawab mengelola sumber daya manusia di perusahaan, antara lain personel bagian personalia, bagian produksi/operasi, bagian kepatuhan, kepala proyek konstruksi, dan pengawas/mandor proyek konstruksi.

Pembinaan Kader Norma Ketenagakerjaan perlu dilakukan agar personil tersebut memiliki pemahaman dan kemampuan untuk dapat membantu pengusaha dalam melaksanakan norma-norma ketenagakerjaan di perusahaan. Kader Norma Ketenagakerjaan ini diharapkan juga akan menjadi mitra bagi Pengawas Ketenagakerjaan sekaligus agen perubahan di perusahaan untuk membantu pengusaha dalam menerapkan norma ketenagakerjaan guna menciptakan tempat kerja yang produktif, kompetitif dan sejahtera.

Jenjang kder Norma Ketenagakerjaan terdiri dari:

  1. Kader Norma Ketenagakerjaan Muda
    Kader Norma Ketenagakerjaan Muda adalah jenjang pertama yang ditujukan bagi calon atau personil yang telah menduduki jabatan level staf atau pelaksana di perusahaan yang telah mengikuti proses pembentukan sebagai Kader Norma ketenagakerjaan Muda.
  2. Kader Norma Ketenagakerjaan Madya
    Kader Norma Ketenagakerjaan Madya adalah jenjang kedua yang ditujukan bagi calon atau personil yang telah menduduki jabatan level penyelia atau supervisor atau yunior manajer atau yang setara di perusahaan yang telah mengikuti pembentukan sebagai Kader Norma Ketenagakerjaan Madya.
  3. Kader Norma Ketenagakerjaan Utama
    Kader Norma Ketenagakerjaan Utama adalah jenjang ke tiga dan tertinggi yang ditujukan bagi calon atau personil yang telah menduduki jabatan senior manajer atau direktur atau yang setara di perusahaan, yang telah mengikuti pembentukan Kader Norma Ketenagakerjaan Utama.

Kurikulum Pembinaan dan Pembentukan KNK jenjang Muda adalah sebagai berikut (1jp = 45 menit):

  • Materi Dasar
    1. Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan (2 jp);
    2. Profil Kader Norma Ketenagakerjaan (2 jp);
    3. Pengantar Undang-Undang Ketenagakerjaan UU No. 13 Tahun 2003 (2 jp);
  • Materi Inti
    1. Penerapan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat (4 jp);
    2. Penerapan Norma waktu kerja, waktu istirahat dan pengupahan (4 jp);
    3. Penerapan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja (4 jp);
    4. Penerapan Norma jaminan Sosial Tenaga Kerja (4 jp);
    5. Pengetahuan Norma Perlindungan pekerja perempuan, Pekerja Anak dan Diskriminasi (4 jp);
    6. Pengetahuan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (4 jp);
    7. Penatalaksanaan Sistem Informasi dan Dokumen Ketenagakerjaan (4 jp);
    8. Simulasi Pembuatan Wajib Lapor Ketenagakerjaan dan Draft Perjanjian/Kontrak Penyerahan Sebagian pekerjaan (3 jp);
  • Materi Penunjang
    1. Komunikasi Massa dan Motivasi Ketenagakerjaan (2 jp);
    2. Pengantar Identifikasi Masalah Pengendalian Risiko Norma Ketenagakerjaan (2 jp);
    3. prosedur Pengajuan Klaim Jaminan Sosial tenaga Kerja (2 jp);
    4. Penyelesaian perselisihan di dalam Pengadilan maupun di luar Pengadilan (2 jp);
  • Evaluasi
    1. Pretest (1 jp);
    2. Ujian Teori (2 jp);
    3. Ujian Praktek (2 jp).

    Total jumlah jam pelajaran adalah 50 jp dengan metodologi pembelajaran 70% Ceramah dan 30% diskusi.

    Persayaratan Peserta

    1. Bekerja pada perusahaan;
    2. sekurang-kurangnya berpendidikan Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) atau sederajat;
    3. Sehat jasmani dan rohani;
    4. Usia minimal 18 tahun; dan
    5. Surat rekomendasi dari perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja.


    Administrator

    PT Serifikasi Kompetensi Mandiri
    "Faster and Affordable"